Hohoy.. hanya karena alasan spesifik yang membuat saya mengarahkan kaki untuk pergi ke tukang jahit.. (hmm..tidak bermaksud mendeskriditkan tukang jahit disini..)..
Tapi memang demi alasan kepraktisan saya lebih memilih untuk membeli baju yang sudah jadi di mall (sekalian jalan-jalan cuci mata :p hehe), dari pada menjahitkannya.
Namun beberapa kali toh saya juga pernah mendatangi tukang jahit untuk menyewa keahliannya..heuheu..
Beberapa alasannya seperti harus membuat baju-baju yang langka dijual bebas dipasaran (seperti jas Lab atau baju operasi..heuheu) atau menjahitkan baju untuk seragaman pernikahan teman atau kerabat...

Nah untuk yang terakhir ini, semakin bertambah umur saya semakin banyak pula koleksi baju seragaman pernikahan yang bertengger di lemari saya..
Hmm.. karena saya tidak punya penjahit langganan yang bisa dijadikan andalan, jadilah saya ber”trial and error” dengan para tukang jahit tersebut hehe dan keadaan ini masih tetap berlangsung sampai sekarang.. ;p
Sistem “trial and error lalu coba lagi” ini tidak sembarangan loh..hehe..sistem ini melalui beberapa tahapan hehe..pertama, cari-cari info rekomendasi penjahit andalan teman, ibu, tante atau kerabat lainnya..biasanya mereka suka berpromosi akan tukang jahit langganan mereka..kedua, pikir-pikir dan timbang-timbang kira-kira lokasinya dekat dan mudah dijangkau atau tidak serta harga nya sesuai kantong atau malah bikin kantong bolong wkwkwk, sementara untuk soal kualitas saya tidak terlalu pikir terlalu panjang karena biasanya sang pemberi rekomedasi tentunya akan bilang “wuiihh bagus looh”..hehe) ketiga, pergilah ketukang jahit tersebut berbekal alamat dan peta buatan sang pemberi rekomendasi dengan segenap keberanian diri untuk merelakan bahan pembagian yang kadang-kadang sangat unik sehingga kalau salah jahit susah cari bahan penggantinya untuk dijahitkan..dan yang keempat, pasrah akan hasil akhir yang didapat..haha..untuk yg terakhir ini penting dilakukan agar tidak terlalu kecewa-kecewa amat.. (biasanya kalau hasilnya melenceng jauh dari apa yang saya harapkan..saya buru-buru menyetel pikiran saya untuk berpikir “ah Cuma dipakai beberapa jam ini, tidak apa2lah culun sebentar yang penting pakai seragam dan tidak mengecewakan si pemberi seragam..hehe)
Untuk faktor pertama ketika saya harus menjahitkan jas lab dan baju operasi saya dapat rekomendasi dari seorang teman..dia bilang “ di mama nya si anu aja, gw bikin disitu lumayan bagus kok” karena dia ibunya teman saya yang juga menjahitkan hal yang sama untuk anaknya maka pergilah saya kesana tanpa sangsi hehe dan memang hasilnya benar-benar memuaskan..haha..(makasih y tante..kapan2 lagi.. )
Nah yang masih ber”trial and error serta coba lagi” smp sekarang adalah menjahitkan baju seragam pernikahan.. rekomendasi dari seorang teman yang lain hasil rekomendasnya yaitu “di ciputat ada tuh tukang jahit langganan gw..wiih oke looh..bagus bo’ bisa berbagai model lagi” jadi tergiurlah saya kesana..tapiii...setelah ditimbang dan pikir akhirnya saya urungkan niat saya untuk pergi..hehe..tidak tau pasti daerah tersebut ditambah bakat alamiah saya yang mudah sekali tersasar serta daerah macet yang bikin tobat jadi pertimbangan utama saya..belum lagi ditambah hasil dari penjahit ini belum tentu cocok dengan saya..haha..
teori bodoh-bodohan saya yang lain adalah..”mencari penjahit yang pas..sama kaya mencari harta karun..haha..
once you get it, u’ll never wanna ged rid of it” wkwkwk...